Saturday, April 15, 2017

Keuntungan Bergadang atau Tidur Larut Malam

Keuntungan Jika  Tidur Larut Malam,Tidak sedikit orang mengatakan, tidur larut malam merupakan kebiasaan negatif yang kurang baik untuk kesehatan. Faktanya, penelitian ilmiah tak sepenuhnya mendukung asumsi itu. Berbagai studi membuktikan, terbiasa tidur larut malam atau menjadi "burung hantu" mempunyai berbagai keuntungan.

Keuntungan Bergadang atau Tidur Larut Malam

Tapi, jangan salah sangka, Kamu tetap wajib tidur cukup, minimal tujuh atau delapan jam setiap hari, agar tetap sehat.

Tetapi, apabila selaluitas Kamu membikin Kamu terpaksa tidur larut, janganlah juga merasa terlalu kurang baik. Inilah berbagai keuntungan menjadi "burung hantu" menurut para ilmuwan.


1. “Burung hantu” mempunyai IQ yang lebih tinggi

Satoshi Kanazawa, seorang ilmuwan evolusioner di London School of Economics and Political Science, menemukan hubungan antara kecerdasan serta perilaku adaptif yang disebutnya dengan istilah “evolusi langka".

Menurut Kanazawa, mereka yang selalu berkegiatan di malam hari merupakan makhluk langka di lingkungannya.

Studi yang dirinya perbuat menyimpulkan, anak-anak yang lebih cerdas, lebih mungkin untuk tumbuh menjadi orang dewasa nokturnal (terbiasa bangun di malam hari) serta bangun paling akhir di antara rekan-rekannya, baik pada hari-hari kerja maupun pada akhir pekan.

Sementara mereka yang kegemaran tidur larut mempunyai IQ yang lebih tinggi, orang-orang yang bangun lebih pagi lebih mungkin untuk mencapai berhasil.

Christoph Randler, seorang profesor biologi di University of Education di Heidelberg, meminta 367 siswa mengungkapkan pada jam berapa biasanya mereka merasa paling aktif.

Randler menemukan, lebih tak sedikit siswa yang bangun pagi yang menunjukkan sikap proaktif dibanding siswa yang biasa bangun siang. Dengan demikian, mereka lebih mudah untuk mencapai berhasil.

2. Mempunyai "kekuatan malam” yang spesial

Mereka yang tidur larut malam mempunyai keunggulan fisik dibanding rekan-rekannya yang terbiasa tidur cepat.

Para peneliti di University of Alberta menguji kekuatan kaki sembilan orang yang selalu bangun pagi serta sembilan orang yang terbiasa terjaga di malam hari.

Mereka yang terbiasa bangun pagi mempunyai kekuatan yang konsisten sepanjang hari, tetapi para “burung hantu” mempunyai kekuatan lebih tinggi pada malam hari.

Olle Lagerquist, penulis penelitian, mengatakan bahwa faktor ini terjadi mungkin sebab pada kurang lebih pukul 21, terjadi peningkatan motorik korteks serta rangsangan sumsum tulang belakang di dalam tubuh mereka yang kegemaran tidur larut malam. Mengapa faktor itu dapat terjadi, para ilmuwan tetap menelitinya.

3. Orang-orang yang bekerja di malam hari, lebih kreatif

Peneliti dari Catholic University of the Sacred Heart di Milan menemukan, bahwa orang yang selalu tidur larut malam, cenderung mempunyai solusi yang lebih asli serta kreatif dibanding orang yang tidur lebih awal.

Marina Giampietro, penulis mutlak studi tersebut menyatakan, hipotesis bahwa para “burung hantu” mungkin lebih kreatif sebab kegemaran begadangnya, mungkin mendorong semangat serta performa mereka untuk menemukan solusi pilihan yang orisinil.

4. "Burung hantu" mempunyai skor kecerdasan umum yang lebih tinggi

Tahun lalu, para peneliti di University of Madrid menghadirkan suatu  studi tentang pola tidur kurang lebih 1.000 remaja.

Studi ini menemukan bahwa remaja yang tak jarang tidur larut nyatanya mempunyai kualitas tes induktif yang berkaitan dengan kecerdasan umum, lebih tinggi daripada kawan-kawan mereka yang tidur lebih awal.

Tapi, studi yang sama juga menemukan bahwa mereka yang punya kebiasaan bangun pagi memperoleh kualitas yang lebih baik.

5. "Burung hantu" mempunyai kewaspadaan mental dengan durasi lebih panjang daripada "burung pagi"

Sebuah studi tahun 2009 oleh Universitas Liege di Belgia mengamati 15 orang yang kegemaran tidur sangat larut serta 16 orang yang terbiasa bangun sangat pagi.

Peneliti mengukur aktivitas otak mereka setidak sedikit dua kali, yaitu saat bangun tidur serta 10,5 jam kemudian.

Studi ini menemukan, semua peserta mempunyai tingkat kewaspadaan yang sama saat mereka baru bangun tidur.

Tapi, 10,5 jam kemudian, mereka yang terbiasa bangun sangat pagi kedapatan mempunyai aktivitas yang lebih rendah di daerah otak yang mengatur konsentrasi serta ritme sirkadian, dibandingkan dengan mereka yang terbiasa tidur sangat larut.

Artikel Terkait