Wednesday, March 1, 2017

Cara Mengatasi Gampang Mengantuk tetapi Sulit Tidur?

Seharian Kamu beberapa  kali menguap serta mengantuk juga . Mata juga hampir terpejam saat melihat televisi. Tetapi, begitu merebahkan tubuh di kasur, mendadak rasa kantuk itu hilang serta Kamu malah susah tidur.

Berbaring di tempat tidur tetapi susah tertidur adalah kondisi yang tidak jarang dialami. Faktor itu bisa terjadi sebab ada sesuatu dalam lingkungan tidur yang membikin otak memberi perintah untuk membikin Kamu bangun, serta bukannya tidur. 

Cara Mengatasi Gampang Mengantuk tetapi Sulit Tidur?

"Bila seseorang rutin rutin tidur pada jam yang sama setiap malam, kemungkinannya ia bakal langsung tertidur begitu naik ke kasur. Faktor itu dipicu oleh respon mengantuk. Tetapi apabila dalam kemarin hari Kamu rutin begadang serta susah tidur, maka tubuh mengasosiasikan kamar dengan susah tidur," kata Philip Gehrman, pakar psikiatri dari Universitas Pennsylvania.

Ada berbagai faktor yang bisa memicu hilangnya rasa kantuk di tempat tidur, umpama saja memikirkan pekerjaan sebelum Kamu memejamkan mata alias memakai laptop di tempat tidur. Kebiasaan ini bakal menciptakan ide bahwa tempat tidur adalah tempat untuk bekerja alias hiburan.

Berbagai kondisi emosi juga bisa merusak siklus tidur yang teratur, semacam kehilangan pekerjaan alias kematian orang tercinta. 

Kecemasan dalam hati bisa mengganggu tidur serta pola itu menyebabkan otak mengaitkan tempat tidur dengan sikap bangun. Kondisi ini bakal semakin berulang.

Cara paling manjur untuk menanggulanginya adalah meperbuat terapi perilaku kognitif untuk tidak bisa tidur (CBT-I). Penderita tidak bisa tidur butuh meperbuat berbagai pertemuan dengan dokter pakar tidur untuk merubah jadwal serta kebiasaan tidur.

"Kunci penting yang diajarkan pada pasien adalah menjaga supaya tempat tidur terbukti hanya untuk tidur. Pasti kami boleh berhubungan seksual di tempat tidur, tetapi untuk aktivitas lain jangan," kata Gehrman.

Hal itu berarti jangan memakai gadget saat telah di ranjang serta jangan berbaring dulu apabila tidak bisa tidur. Bahkan, bakal berguna apabila kami mengurangi waktu membaca buku sebelum tidur.

Melatih ulang otak untuk melihat kamar sebagai tempat untuk tidur terbukti butuh waktu. Tetapi, apabila kami rutin membikin tubuh lelah sebelum naik ke kasur, maka kesusahan memejamkan mata biasanya tidak ada lagi.

Bagi mereka yang tidak merasa mengalami insomnia, tetapi terbukti baru bisa tidur selewat tengah malam, kemungkinan adalah gangguan irama sirkadian tubuh. Mereka tidur sesuai kebutuhan tidur, tetapi tidak bisa tidur sesuai jadwal alamiah tubuh.

Menurut Gehrman, ada tutorial yang bisa diperbuat untuk merubah irama alamiah tubuh supaya jam tidur kembali "normal". Yang mutlak adalah menghindari cahaya terang setidaknya satu jam sebelum waktu tidur. 

Cahaya, khususnya cahaya biru yang dipancarkan komputer alias handphone, bakal menekan produksi melatonin jadi rasa kantuk susah tercapai.

Cara lain adalah membenahi waktu bangun tidur yang konsisten jadi tubuh bakal membenahi irama alaminya. Waktu bangun tidur yang teratur pada pagi hari bakal membikin kami pun mengantuk pada malam hari.

Artikel Terkait