Saturday, February 25, 2017

Terkuak,Bahaya di Balik Minuman Berenergy

Anda tahu minuman berenergi tidak baik untuk kesehatan. Tetapi, ada kalanya tenggat waktu, keharusan sosial, serta hal-hal yang memaksa kami minum minuman berenergi untuk tambahan tenaga. Berbahayakah ini?

Terkuak,Bahaya di Balik Minuman Berenergy

"Tenang, sepanjang minuman itu hanya diteguk sekali-sekali serta dalam jumlah sedang, Kamu tidak butuh takut," kata Marci Clow, direktur riset di Rainbow Light Nutritional Systems. Minuman berenergi yang jarang-jarang diminum tetap oke. Saya tidak merekomendasikan diminum dengan cara teratur," kata dia.

Salah satu alasannya merupakan kandungan di dalam minuman berenergi, yaitu kafein, gula, serta pemanis buatan. Berbagai minuman berenergi mengandung 10 sendok teh gula. Jumlah gula itu setara dengan sekaleng minuman soda.

Dengan kandungan gula sedemikian tidak sedikit, minum satu alias dua kaleng minuman berenergi seminggu bisa menaikkan berat badan.

Di atas tambahan kalori, Clow berkata, ada yang harus diketahui perihal pemanis buatan. Berbagai studi menemukan konsumsi teratur pemanis buatan melatih otak untuk ketagihan manis lebih tidak sedikit lagi jadi susah untuk melawan keinginan minum minuman berenergi serta soda.

Sedangkan kafein dalam minuman berenergi cenderung memengaruhi peminumnya dengan cara tidak sama. "Berbagai orang menjadi lebih gampang gugup, sementara yang lain bisa minum serta tidak merasakan apa-apa," ujar dia.

Tetapi, riset berkata lain, penemuan terbaru lebih dari 400 mg kafein per hari bisa mengganggu tidur serta menciptakan perasaan tidak lebih enak. Kandungan minuman berenergi mengandung kafein berkisar antara 50 sampai 250 mg dalam satu kemasan.

Campuran gula serta kafein dalam minuman berenergi memberbagi tambahan energi sementara. Tetapi, ketika efek itu hilang, kami jadi lebih lelah dari biasanya.

Untuk kombinasi minuman berenergi serta alkohol, peminum harus ekstra waspada. Kafein di dalam tubuh kami membikin peminumnya jadi merasa lebih sadar dari sebetulnya jadi menyebabkan jadi minum lebih tidak sedikit dari seharusnya.

Itu menurut studi yang diterbitkan di jurnal Advances in Nutrition. Periset pun mengutip persoalan kesehatan lain, semacam kerusakan otak remaja serta tidak sedikit orang yang harus dirawat di rumah sakit gara-gara kombinasi minuman keras serta minuman berenergi.

Studi lain yang diterbitkan di jurnal Addictive Behaviors mendukung temuan itu. Jurnal itu menyebutkan, peminum yang mencampur minuman alkohol dengan minuman berenergi berkafein tiga kali lipat lebih mabuk daripada peminum yang tidak mencampurnya.

Apabila Kamu butuh tambahan energi, Clow berkata, faktor yang butuh diingat pertama merupakan ukuran. "Kaleng minuman tertulis kandungan kafein alias jumlah miligram kandungan gula tanpa membikinnya jelas bahwa satu sajian itu hanya separuh kaleng," ujar dia.

Secara umum, minuman berenergi tidak jarang menyebabkan dehidrasi, kecemasan, insomnia, serta mudah marah. Dalam jangka panjang, minuman berenergi bisa menyebabkan kenaikan berat badan serta potensi menyebabkan jantung berpersoalan.

Jadi lain kali ketika membutuhkan tambahan energi mendadak, pilihlah meminum secangkir kopi hitam. Lebih baik lagi, jalan-jalanlah 10 menit di luar untuk mendapat tambahan energi tanpa khawatir dengan efek samping kafein.

Artikel Terkait