Saturday, February 25, 2017

Sering Merasa Cemas, Batasi Minum Kopi

Anda sering gelisah? Apakah Kamu peminum kopi? Mungkin ini saatnya untuk mengurangi kebiasaan ngopi, sebab kafein adalah hal mutlak yang berhubungan erat dengan stres.

"Kafein mempunyai tidak sedikit muatan yang meniru kecemasan. Apabila Kamu cemas, kafein bakal memperparah gejala itu," kata Dr Leica Goldberg, seorang pakar kardiologi dari NYU Langone Medical Center serta direktur medis Joan H. Tisch Center untuk kesehatan wanita.

Sering Merasa Cemas, Batasi Minum Kopi

Bagaimana kafein tersebut  memengaruhi kadar stres serta kecemasan seseorang? "Pada orang yang rentan terkena kelainan suasana hati, kafein punya efek lebih kuat," ucap Dr Mirwat Sami, MD.

Semuanya itu bergantung pada hormon stres, kortisol serta adrenalin. Kafein menstimulasi produksi keduanya di tubuh kita. Tubuh merespon dengan menambah detak jantung serta napas lebih cepat.

"Respon ini tidak hanya memicu kecemasan namun juga menjaganya tetap tinggi," kata Jodi Aman, seorang psikoterapis.

Kafein pun membasmi mineral yang memerangi kecemasan semacam magnesium. Dengan begitu, hanya tersisa sangat sedikit di tubuh untuk memerangi kopi.

Apakah kami tetap boleh minum kopi? Untuk sebagian besar orang boleh minum kopi dengan porsi sedang.

Dr Goldberg membolehkan pasiennya meminum kopi dalam porsi sedang. Supaya porsi tidak sehingga berlebihan, kami butuh memerhatikan asupan.

Kopi serta espresso bakal memberbagi asupan kafein antara 77 hingga 135 mg, sedangkan teh antara 15 hingga 70 mg. Satu cangkir kopi setiap hari dibolehkan untuk diminum oleh hampir semua dokter.

"Kopi dalam porsi sedang itu tidak hanya melindungi kami dari serangan panik sebab tidak sedikit kafein, namun juga menghindari tubuh dari ketergantungan kafein yang bersifat 
sangat adiktif," kata Dr Sami.

Faktor-faktor lain mungkin bisa menanggulangi efek kafein semacam minum air putih, konsumsi kopi di pagi hari (dapat membatasi efek sampingnya), suhu (minuman panas bisa 
menenangkan) serta asupan suplemen untuk menghalau depresi semacam L- Theanin, magnesium serta vitamin B kompleks.

Kapan kami butuh menghindari kopi? Ketika kami menghadapi persoalan kecemasan parah. Apabila belum didiagnosa dokter, ada tanda untuk mengenal kadar kafein yang terlalu 
tinggi.

Dr Goldberg mengungkapkan gejala semacam detak jantung berdebar-debar cepat, gemetaran, sakit perut serta susah tidur.

"Tidak lebihi konsumsi kopi, soda alias teh apabila sedikit minuman tetap memicu kecemasan alias menambah sensitivitas," kata Dr David A. Greuner.

Apabila kegunaaan minum minuman stimulan ini tidak melebihi mudaratnya, sebaiknya mempertimbangkan untuk tidak minum kafein sama sekali.

Berhenti minum kopi ini bukan berarti selamanya. "Apabila Kamu mencoba menghapus kecemasan, amat menolong apabila Kamu menghindari kafein. Bukan berarti selamanya. 
Boleh minum lagi apabila persoalan telah hilang," kata Aman.

Masih ada minuman pilihan lain yang menambah energi tidak hanya kafein. Umpama saja ginseng alias teh hijau yang adalah stimulan ringan dengan kafein rendah.

Opsi lainnya, cobalah berolahraga di pagi hari sebelum bekerja yang adalah 
stimulan sehat.

Artikel Terkait