Saturday, February 11, 2017

Perbedaan "Live Streaming" di YouTube dengan Facebook dan Instagram


Meski baru terdapat untuk pemakai tertentu, YouTube akhirnya membuka fitur siaran langsung (live streaming) melewati device. Mengingat besarnya jumlah pemakai YouTube, fitur baru tersebut dapat menjadi pesaing berat bagi layanan lain yang telah terlebih dahulu merilis fitur serupa, semacam Instagram Stories serta Facebook Live. 

Perbedaan  "Live Streaming" di YouTube dengan Facebook dan Instagram

Lantas apa yang menjadi pembeda antara live streaming di YouTube dengan Facebook serta Instagram? Menurut Parinya Sinkuakul, Partner Solutions Manager YouTube (Thailand, Indonesia, serta Malaysia), ada berbagai perbedaan yang diklaim membikin siaran langsung di YouTube lebih unggul, salah satunya dari segi monetisasi. 

Ya, para kreator nantinya dapat memperoleh uang dari siaran langsung. Nantinya, bakal ada iklan yang dapat dipasangkan di siaran tersebut. 

"Pemakai dapat menaruh iklan sebelum siaran langsung, serta juga di tengah-tengah siaran," kata Sinkuakul. 

Selain itu, Sinkuakul membahas bahwa pemakai leluasa siaran dengan waktu yang tak terbatas (unlimited) di YouTube. Di layanan lain, biasanya pemakai diberbagi waktu yang terbatas, yakni 4 jam di Facebook Live alias 1 jam di Instagram Stories. 

"Secara teori fitur dapat unlimited (siaran langsung). Namun ada hal perlu di perhatikan, semacam baterai perangkat alias paket internet habis, yang dapat bikin siaran langsung terhenti," tutur Sinkuakul.

Video hasil siaran langsung pun dengan cara otomatis bakal tersimpan di channel milik kreator YouTube. Apabila mau, video tersebut pun dapat dihapus. 

Lebih lanjut, Sinkuakul membahas, sistem siaran langsung ini punya algoritma pengaturan nilai foto. Sistem ini dapat beradaptasi sesuai perangkat penonton.

Cara kerjanya kira-kira semacam ini. Katakanlah, pemakai siaran dengan nilai video 720p. Kemudian, sistem YouTube bakal transcode siaran tersebut agar pas di perangkat mobile. Seusai itu, hasil transcode tersebut bakal diatur lagi agar sesuai dengan kecepatan internet serta nilai layar device penonton.

Jadi, apabila nilai internet di segi penonton sedang rendah, maka video yang ditonton pun bakal menurun nilainya. Apabila telah terhubung dengan koneksi internet yang lebih baik, nilai video dapat kembali ke HD.   

Fitur siaran langsung di YouTube sendiri telah dihadirkan sejak Selasa (7/2/2017) malam. Walau begitu, fitur tersebut hanya dapat dijajal oleh kreator YouTube dengan jumlah subscriber di atas 10.000. 

Artikel Terkait