Sunday, February 19, 2017

Penyebab Gusi Bengkak Serta Cara Mengatasi Gusi Bengkak

Yang sempat merasakan gusi bengkak tentu tahu alangkah sakit serta tidak enjoynya saat itu terjadi. Gusi bengkak biasanya disertai aroma mulut atau/atau perdarahan, tapi bisa juga tidak. Gusi bengkak merupakan salah satu gejala dari gingivitis kronis alias peradangan gusi kronis.

Deteksi serta pengobatan gusi bengkak sedini mungkin bisa mencegah kondisi lain yang lebih parah umpama periodontitis.

Periondotitis merupakan infeksi gusi yang merusak jaringan lunak serta bisa menghancurkan gigi Anda.

Penyebab Gusi Bengkak Serta Cara Mengatasi Gusi Bengkak

Gusi bengkak bisa dikarenakan oleh berbagai faktor, antara lain merupakan:

1. Plak serta Tartar

Ini adakah penyebab paling umum pembengkakan gusi. Plak merupakan lapisan tidak terkesan pada gigi serta gusi yang terbentuk oleh bakteri di mulut.

Plak bakal terkesan apabila gigi tidak dibersihkan dengan cara selalu jadi memunculkan zat berwarna kekuningan pada permukaan gigi. Plak bisa dihilangkan dengan menyikat gigi sebab konsistensinya yang lunak.

Plak selain menyebabkan gigi berlubang tapi juga menyebabkan infeksi. Plak yang menumpuk bisa masuk ke dalam gusi serta menyebabkan peradangan.

Tartar terbentuk dari plak yang mengeras serta juga dikenal dengan sebutan dental kalkulus alias karang gigi. Plak bakal berubah menjadi tartar dalam kurun waktu tertentu alias biasanya lebih dari 10 hari.

Biasanya tartar terbentuk di antara lubang gigi serta gusi yang susah dijangkau oleh sikat gigi, jadi pembentukannya cenderung tidak terkontrol serta hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi.

2. Iritasi

Reaksi alergi kepada bahan yang terkandung dalam pasta gigi, makanan, obat-obatan alias bahkan kawat gigi, bisa menyebabkan iritasi dengan gejala kemerahan serta pembengkakan pada jaringan gusi.

Tidak sedikit orang baru menyadari bahwa mereka mengalami gusi bengkak seusai mengganti pasta gigi tipe yang tidak sama dari biasanya.

3. Sisa Makanan

Makanan yang masuk masuk ke bawah gusi alias melekat di sela-sela gigi tidak jarangkali susah untuk dibersihkan. Salah satu contoh makanan yang tidak jarang terjebak di bawah gusi merupakan popcorn serta serat daging.

Satu alias dua hari setelah sisa makanan terselip, terjadilah pembengkakan yang baru bakal mereda seusai sisa-sisa popcorn dibersihkan alias keluar dengan sendirinya.

4. Pembetulan gigi dengan tutorial yang salah

Gigi yang merenggang sebab usia serta diperbaiki dengan tutorial yang salah, bisa mempermudah sisa-sisa makanan terjebak di sela-sela gigi.

Tidak jarangkali, sisa-sisa makanan yang telah terjebak itu susah dibersihkan jadi lama-kelamaan bisa menyebabkan infeksi.

Gigi palsu yang tidak pas juga bisa mengiritasi jaringan gusi, menyebabkannya luka alias bengkak.

5. Hormon

Berbagai wanita menemukan bahwa perubahan kadar hormon bisa menyebabkan gusi bengkak. Faktor ini biasanya bersifat sementara serta biasanya terjadi saat hamil.

6. Obat-obatan tertentu

Apabila kamu telah sangat baik dalam memelihara kesehatan gigi tapi tetap mengalami gusi bengkak, maka saatnya untuk mencurigai obat yang Kamu konsumsi.

Berbagai obat semacam obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi bisa membikin pertumbuhan berlebih dari jaringan gusi yang terkesan semacam bengkak.

Mencegah Gusi Bengkak

Yang paling ideal, pencegahan gusi bengkak diperbuat mulai dari rumah dengan cara:

1. Mengatur pola makan seimbang, mencakup buah-buahan serta sayuran.
2. Hindari makanan serta minuman manis.
3. Hindari hal-hal yang bisa mengiritasi gusi semacam obat kumur yang terlalu tajam, alkohol serta tembakau. 
4. Ubah merek pasta gigi serta obat kumur apabila Kamu menemukan ketidakenjoyan pada area oral Kamu seusai memakainya.
5. Sikat serta gunakan benang gigi dengan cara teratur.
6. Perbuat pemeriksaan selalu ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan.
7. Apabila gusi bengkak yang Kamu alamiah dikarenakan oleh reaksi kepada obat, berkonsultasilah dengan dokter supaya dokter bisa meresepkan tipe obat yang lain. 
8. Hubungi dokter apabila ketidakenjoyan yang Kamu rasakan pada area oral bersi kukuh lebih lama dari dua minggu.

Artikel Terkait