Monday, February 6, 2017

Begini Ternyata Gula Mengembangkan sel-sel Kanker

 Ada kabar baru-baru ini yang menghubungkan antara kanker kandung empedu dengan konsumsi minuman bersoda yang manis. Kamu mungkin tak terlalu terkejut dengan kabar itu.

Obsesi tak sedikit orang kepada gula sudah dikaitkan dengan tak sedikit penyakit kronis dalam beberapa tahun terakhir ini, tergolong beberapa tipe kanker.

Begini  Ternyata Gula Mengembangkan sel-sel Kanker

Benarkah gula meningkatkan risiko kanker seseorang? Inilah simpelan dari beberapa penelitian terakhir serta penjelasan dari Carrie Sertaiel-MacDougall, PhD, seorang pakar epidemiologi nutrisi di University of Texas 'MD Anderson Cancer Center.

Para ilmuwan sudah lama meneliti hubungan antara gula dengan beberapa tipe kanker. Beberapa di antaranya memengaruhi organ yang terlibat langsung dalam metabolisme gula (semacam hati serta pankreas), sementara beberapa sisanya tidak.

Sebuah studi di Swedia yang dipublikasikan baru-baru ini menemukan bahwa orang yang minum dua porsi alias lebih minuman soda serta minuman manis setiap hari, mempunyai risiko lebih tinggi terkena kanker kandung empedu serta saluran empedu, dibandingkan dengan mereka yang tak alias jarang sekali minum soda serta minuman manis.

Ada juga penelitian yang dipublikasikan di bulan Maret, yang ditulis oleh Sertaiel-MacDougall, menyebutkan bahwa orang yang terbiasa makan makanan berindeks glikemik tinggi alias karbohidrat sederhana semacam roti putih, kentang, serta beras putih, lebih mungkin untuk memperoleh kanker paru-paru daripada mereka yang makan sedikit makanan berindeks glikemik tinggi.

Penelitian ini tak berfokus langsung pada permen, gula meja (gula pasir) serta makanan penutup. Tapi makanan-makanan ini masuk dalam kategori berindeks glikemik tinggi.

Studi lain dari MD Anderson Cancer Center, menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan tinggi gula dengan kanker payudara.

Ketika peneliti membagi tikus menjadi empat kelompok serta memberi mereka semua pola makan yang tak sama, peneliti menemukan bahwa tikus yang makan sukrosa alias fruktosa lebih tak sedikit (keduanya merupakan tipe gula sederhana), lebih berisiko menderita tumor serta kanker payudara.

Bahkan, tumor lebih cepat menyebar ke paru-paru daripada tikus yang memperoleh sebagian besar karbohidratnya dari makanan mengandung pati.


Bagaimana gula bisa memicu kanker?

Semacam kami tahu, gula merupakan bahan bakar untuk sel-sel kanker. Bahkan, sebetulnya gula merupakan bahan bakar untuk semua sel dalam tubuh.

Gula merupakan tipe karbohidrat sederhana. Ketika Kamu mengonsumsinya, pankreas menghasilkan insulin, sebuahhormon yang menolong merubah gula menjadi energi untuk sel-sel Anda.

Mengonsumsi terlalu tak sedikit gula, bisa menyebabkan tubuh menjadi resisten kepada insulin. Tidak hanya itu, tubuh juga bakal menghasilkan lebih tak sedikit hormon IGF (insulin-like growth factor).

"IGF ini yang tampaknya merangsang pertumbuhan serta menghambat kematian sel kanker," kata Sertaiel-MacDougall.

Pola makan tinggi gula juga berkontribusi kepada peradangan di seluruh tubuh, yang bisa menyebabkan kerusakan sel serta mendorong pertumbuhan tumor serta kanker. Kami juga tahu gula bisa menyebabkan penambahan berat badan.


Saran Ahli

"Ketika Kamu makan makanan yang tinggi gula alias tinggi karbohidrat serta rendah serat, Kamu bakal mengalami lonjakan insulin serta tubuh bakal menyimpan lebih tak sedikit energi sebagai lemak," kata Sertaiel-MacDougall.

"Kita tahu bahwa obesitas merupakan penyebab mutlak kanker. Sebab itu, tak lebihi risiko kanker Kamu dengan mengelola berat badan serta membatasi asupan gula."

Tidak semua gula serta pati bersifat kurang baik. Pada kenyataannya, kami masih membutuhkan mereka untuk bisa berkegunaaan sebagai manusia sehat. Pemilihan tipe gula serta porsi yang cocok merupakan kuncinya.

Makanan dengan gula alamiah (semacam buah serta produk susu) serta karbohidrat rumit (semacam biji-bijian serta kacang-kacangan), bakal menyediakan kalori, vitamin, mineral serta nutrisi bagi tubuh. Sedangkan serat, berkegunaaan untuk menolong Kamu merasa lebih cepat serta lebih lama kenyang.

"Beberapa orang menjalani pola makan rendah karbohidrat dengan sangat ketat. Kami tak tahu seberapa manjurnya ini dalam mencegah kanker," kata Sertaiel-MacDougall.

Yang terpenting, menurut Sertaiel-MacDougall, merupakan menemukan pola makan sehat yang sesuai untuk Kamu serta menerapkannya dalam jangka panjang.

Daniel-MacDougall meningkatkankan, "Apabila Kamu sangatlah ingin menurunkan risiko kanker, Kamu butuh mengambil pendekatan yang beragam," katanya.

"Konsumsi makanan yang mengandung nutrisi bernilai tinggi, pertahankan berat badan yang sehat, serta hindari makanan berkalori kosong."

Artikel Terkait