Friday, February 10, 2017

5 Mitos Penyebab Rambut Kamu Rontok Ternyata Salah

Rambut rontok bisa dikarenakan oleh faktor genetik, hormonal serta sudut lingkungan. Mana penyebab tentu dari ketiga itu, susah untuk dipastikan.

Bentuk paling umum kerontokan rambut, baik bagi pria maupun wanita, adalah androgenetic alopecia alias kebotakan terpola. Diperkirakan lebih dari 95 persen pria yang menderita kerontokan rambut dipengaruhi oleh androgenetic alopecia.

5 Mitos Salah Penyebab Rambut Rontok

Meskipun tak sedikit orang mengira bahwa kebotakan alias kerontokan rambut hanya dialami pria, faktanya ada tak sedikit juga wanita yang mengalami faktor serupa.

Kita kehilangan 50-100 helai rambut setiap hari serta ini wajar. Tak sedikit orang tak memerhatikannya sebab ada 100 ribu lebih folikel di kulit kepala kita, angka 50-100 dianggap tak signifikan. Itulah faktanya.

Di luar fakta-fakta ilmiah ini, ada juga mitos-mitos seputar rambut rontok yang tak butuh Kamu percaya, contohnya:

1. Mengenakan topi bakal menyebabkan rambut rontok

Kecuali Kamu menggunakan topi dengan begitu ketat jadi mengganggu sirkulasi folikel, Kamu bisa menggunakan topi setidak jarang yang Kamu suka tanpa mengalami kerontokan rambut.

Traksi alopecia, alias kerontokan yang dikarenakan oleh kerusakan folikel rambut, adalah kondisi yang tak jarang kehilangan diasosiasikan dengan penggunaan topi.

"Padahal, ikatan alias kepang rambut yang terlalu kencang, lebih akan menyebabkan traksi alopecia," kata pencetus tDr. Ken Anderson.

2. Kebotakan diwariskan dari pihak ibu

Genetika terbukti memainkan peran mutlak dalam kerontokan rambut. Tetapi, kemungkinan pihak ayah alias bunda menurunkan gen kerontokan rambut, adalah sama besarnya.

Ada penelitian yang berbicara bahwa gen rambut rontok diturunkan melewati kromosom X yang kami terima dari bunda kita. Tetapi, penelitian yang lebih baru sudah mengidentifikasikan bahwa gen rambut rontok juga ada di kromosom Y yang dimiliki oleh ayah Anda.

Artinya, ada beberapa faktor genetik yang bisa mempengaruhi kerontokan rambut, bukan hanya gen tunggal yang ditemukan pada kromosom X.

3. Kerontokan rambut tak bisa diperbaiki

Selain genetik, perubahan hormonal juga bisa menyebabkan kerontokan rambut. Perpanjangan hormon testosteron pria menjadi dihidrotestosteron (DHT) adalah penyebab langsung dari rambut rontok. Testoteron juga ada pada beberapa wanita. Timbul hampir di antara beberapa wanita.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita  yang memiliki  kelebihan hormon testosteron lebih mungkin untuk menderita kerontokan rambut. Perubahan hormon testosteron menjadi DHT bisa memberi akibat kurang baik pada folikel rambut.

Untungnya, ada perawatan rambut rontok semacam Propecia serta Rogaine yang manjur menurunkan kadar hormon DHT rambut rontok bisa dicegah serta dalam beberapa permasalahan bahkan rambut bisa tumbuh lebat kembali.

4. Hanya orang tua yang mengalami kerontokan rambut

Ya, rambut yang cenderung menipis sejalan dengan usia, tapi rambut rontok sebab traksi alopecia bisa terjadi mulai usia puber. Kerontokan rambut pada usia muda, cenderung lebih susah untuk diobati.

"Rambut rontok bisa mulai terjadi sejak usia remaja untuk pria, serta usia 20-an untuk wanita. Dalam permasalahan tersebut, penting untuk berkonsultasi dengan seorang spesialis restorasi rambut untuk menyingkirkan penyebab atipikal rambut rontok, semacam sindrom ovarium polikistik, gangguan hormonal yang umum terjadi pada wanita. Gangguan hormonal ini mempunyai gejala, salah satunya adalah rambut rontok,"kata Anderson.

5. Stres menyebabkan rambut rontok

Beberapa penelitian terbukti berbicara bawa trauma fisik serta emosional tergolong penambahan berat badan tiba-tiba, kondisi medis tertentu, alias kematian seseorang dalam keluarga, bisa menyebabkan rambut rontok.

Tetapi, sebetulnya stres tak dengan cara langsung menyebabkan kerontokan. Stres menguras simpanan vitamin B12 dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk menyalurkan darah, oksigen, serta nutrisi ke jaringan tubuh kita, tergolong rambut.

Stres yang umum terjadi sehari-hari semacam misal stres sebab kemacetan alias pekerjaan, tak menyebabkan kerontokan.

"Yang menyebabkan kerontokan adalah stres yang membuat kamu sakit kepala yaitu kehilangan orang yang kamu cintai ," kata Anderson.

Artikel Terkait